Hari Anak Nasional Diperingati di Pekanbaru

256

Hari anak nasional menjadi sebuah peringatan yang penting bagi anak-anak, begitu pula di Indonesia yang diselenggarakan di Pekanbaru, Riau.

Hari anak diperingati di seluruh dunia, bahkan di Indonesia diperingati setiap tanggal 23 Juli sesuai dengan keputusan Presiden No. 44 Tahun 1984 pada 19 Juli 1984. Kali ini, peringatan hari anak nasional tidak lagi diselenggarakan di Jakarta melainkan di Pekanbaru, Riau. Alasan dipilihnya Pekanbaru sebagai tempat untuk menyelenggarakan hari anak karena masih tingginya angka kekerasan dan pelecehan seksual di Pekanbaru.

Tidak hanya terhadap kekerasan saja melainkan banyaknya bullying atau korban pornografi berdampak buruk pada anak-anak terutama psikologis anak yang dapat dibawa hingga dewasa. Hari anak nasional diharapkan menyadarkan kepada orang tua ataupun masyarakat Indonesia dalam menghormati hak anak-anak.

Permintaan Perwakilan Hak Anak-Anak Kepada Pemerintah

Semakin maraknya kekerasan, bullying, korban pornografi bahkan korban cyber menjadi  kekhawatiran bagi orang tua. Pekanbaru merupakan salah satu daerah yang memiliki tingkat kekerasan kedua setelah Jawa Timur, hal ini lah alasan pemerintah memilih daerah ini sebagai tempat untuk memperingati hari anak nasional. Selain peran orang tua, peran pemerintah amatlah penting untuk menangani secara komprehensif kepada anak-anak korban bullying dll.

Perwakilan Forum Anak  Nasional menyampaikan beberapa permintaan kepada Presiden Joko Widodo dalam peringatan hari anak nasional di Pekanbaru. Seperti yang telah dilaporkan di portal berita nasional, tempo.com, adapun 10 permintaan tersebut sebagai berikut:

  1. Menuntut pemerintah untuk meningkatkan akses pelayanan pembuatan akta kelahiran khususnya daerah pelosok.
  2. Meningkatkan peran forum anak dalam proses pembangunan.
  3. Melibatkan tokoh masyarakat dalam implementasi pendewasaan dan perkawinan.
  4. Menumbuhkan pola asus ramah anak
  5. Meningkatkan pengendalian terhadap peredaran narkova dan psikotropika serta melindungi anak dari iklan, promosi, sponsor dan asap rokok.
  6. Menigngkatkan fasilitas kesehatan ramah anak dan memperbaiki gizi buruk anak.
  7. Meningkatkan pendidikan anak melalui implementasi pelaksanaan sekolah 5 hari zonanisasi sekolah.
  8. Meningkatkan penggunaan internet sehat disertai semangat literasi pada anak
  9. Meningkatkan pembelajaran siaga untuk anak di daerah rawan bencana dan konflik
  10. Melindungi anak dari segala bentuk eksploitasi dan kekerasan seksual.

Perlindungan hak-hak anak tidak hanya orang tua ataupun pemerintah yang bertanggung jawab melainkan seluruh masyarakat untuk menghormati setiap hak anak-anak. Begitu banyaknya kasus pembunuhan, kekerasan, ataupun pornografi merupakan kurangnya pengawasan dari orang tua atau pun orang-orang sekitar dalam melindungi keberadaan anak-anak.

Tidak hanya dalam lingkungan sehari-hari, akses anak-anak di dunia maya juga perlu diperhatikan karena begitu banyaknya kasus pornografi, pemerkosaan, dll berawal dari dunia maya. Ketika anak-anak sudah mengenal internet, septutnya orang tua memberikan pengawasan lebih ektra. Maka dari itu, pendidikan anak untuk menggunakan internet perlu mendapatkan perhatian khusus sebab akses internet tidak terbatas.

Internet memang dapat digunakan untuk memberikan ilmu pengetahuan apabila digunakan semestinya, namun internet juga bisa menjadi sebuah bencana apabila salah digunakan. Sebagai orang tua perlu lebih bijaksana dalam memberikan pengetahuan mengenai internet, terutama dengan bebasnya anak menggunakan hape. Begitu pula pemerintah yang sepatutnya memberikan sosialisasi kepada masyarakat untuk penggunaan hape atau internet kepada anak-anak.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here